Feeds:
Posts
Comments

De Stijl

de Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan seni di sekitar tahun 1920an. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni.
Konsep ini diwujudkan dalam pemikiran utopia. Mereka mewujudkan abstraksi dan keuniversalan dengan mengurangi campur tangan bentuk dan kekayaan warna semaksimal mungkin. Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer seperti merah, biru, dan kuning di samping bantuan warna hitam dan putih.
Dalam kebanyakan karya seni, garis vertikal dan horisontal tidak secara langsung bersilangan, tetapi saling melewati satu sama lain. Hal ini bisa dilihat dari lukisan Mondrian, Rietveld Schröder House, dan Red and blue chair.
Pengaruh dan perkembangan
Konsep de Stijl banyak dipengaruhi filosofi matematikawan M. H. J. Schoenmaekers. Piet Mondrian, kemudian mempublikasikan manifes seni mereka Neo-Plasticism pada tahun 1920, meskipun istilah ini sebenarnya sudah digunakan olehnya pada 1917 di Belanda dengan frase Nieuwe Beelding. Pelukis Theo van Doesburg kemudian mempublikasikan artikel De Stijl dari 1917 hingga 1928, menyebarkan teori-teori kelompok ini. Perupa de Stijl antara lain pematung George Vantongerloo, dan arsitek J.J.P. Oud dan Gerrit Rietveld.
Pada dasarnya aliran de Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitekrur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa de Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, de Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.
de Stijl meredup seiring perpecahan di antara Theo van Doesburg yang aplikatif dan Piet Mondrian yang teoritis. Hingga akhirnya majalah de Stijl terakhir kali terbit untuk mengenang kematian Theo van Doesburg.
Seniman yang terlibat dalam gerakan de Stijl
• Piet Mondrian (1872 – 1944)
• Theo van Doesburg (1883 – 1931)
• Ilya Bolotowsky (1907 – 1981)
• Marlow Moss (1890 – 1958)
• Amédée Ozenfant (1886 – 1966)
• Max Bill (1908 – 1994)
• Jean Gorin (1899 – 1981)
• Burgoyne Diller (1906 – 1965)
• Georges Vantongerloo (1886 – 1965)
• Gerrit Rietveld (1888 – 1964)
• Bart van der Leck (1876 – 1958)

Futurisme

Futurisme berasal dari bahasa Prancis, futur atau bahasa inggris future yang keduanya berarti “masa depan” adalah:
1.Sebuah ilmu yang mempelajari masa depan
2.Aliran seni yang avant-garde, atau sebelum masanya, terutama pada tahun 1909 Masehi
3.Pandangan yang lebih mementingkan masa depan

Futurisme adalah suatu paham dari beberapa orang atau sekelompok orang yang percaya atau yakin akan adanya masa mendatang yang lebih baik, dalam arti lebih modern, lebih konkrit, bahkan diyakini bahwa manusia akan mampu menguasai jagad raya dengan tehnologi yang dimilikinya nanti.
Gerakan Futurisme diproklamirkan pada tahun 1909 oleh seorang penulis dan penyair Italia, Filippo Tommaso Marinetti. Futurisme adalah sebuah gerakan seni murni Italia dan sebuah pergerakan kebudayaan pertama dalam abad ke-20 yang diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat luas. Bermula dari konsep dalam pergerakan sastra, kemudian merasuk ke dalam bidang kesenian seperti: seni lukis, seni patung, seni musik, desain dan arsitektur. Futurisme ini muncul dari situasi yang ditimbulkan akibat Perang Dunia I, dengan tujuan meninggalkan kenangan pahit, nostalgia, pesimistis,kemudian melepaskan materi-materi, elemen-elemen, dan nilai-nilai lama. Nilai-nilai dari kaum Futuris, dimaksudkan untuk mengiringi dan mengimbangi pergeseran kebudayaan, kekuatan dinamis pasar yang luas, era permesinan, dan komunikasi global yang menurut argumentasi mereka tengah merubah alam realitas dari kebudayaan dunia. Maka khayalan-khayalan kaum Futuris memakai pola-pola geometris untuk mewakili arah gerak dan makna dari pergerakan itu sendiri. Para seniman dan desainer Futurisme biasanya memanfaatkan hari-hari petang untuk berkumpul, menuliskan manifesto, puisi dan musik. Sifat agresif dan perilaku yang individualis dari kaum Futuris ini lambat laun dimanfaatkan untuk menyebarkan paham Fasisme. Salah seorang Futuris mempublikasikannya dalam surat kabar Perancis, “le Figaro” bertanggal 20 Pebruari 1909, dengan membuat pencampuran atau perpaduan yang tidak mudah di dalam memenuhi kepentingan nasionalisme Italia, kemiliteran dan kepercayaan baru terhadap mesin yang selanjutnya dijelmakan dalam produk mobil dan pesawat terbang. Sebelum Perang Dunia ke II, pergerakan para Futuris Italia yaitu mengantisipasi kemungkinan terjadinya kendala-kendala desain dalam kehidupan sehari-hari, melalui penyerapan dan penggambaran kualitas mekanisasi dan kecepatan, seperti yang telah dibahas oleh Banham dalam bukunya: “Theory and Design in The First Machine Age”. Era ini telah mengispirasikan pelukis Futuris, penyair dan arsitek, diantaranya: Filippo Tommaso Marinetti, Giacomo Balla, Gino Severini, Fornunato Depero, Carra, dan Antonio Sant’Elia untuk menciptakan sebuah karya yang mencerminkan dunia mereka. Itu semua merupakan semangat baru yang mereka junjung tinggi dalam sebuah kelompok yang membawanya kepada politik Fasis, ketika ketergantungan akan keterlibatan emosi dengan gaya hidup kemodernan dan kebaruan di lingkungan masyarakat. Falsafah yang dipakai oleh kaum Futuris hampir sebagian besar diambil dari latar belakang sejarah kemunculan Modernisme. Sebab kita mengetahui, bahwa Futurisme ini merupakan gerakan awal lahirnya Modernisme. Di samping itu, dengan terjadinya Revolusi Industri berpengaruh pula pada Futurisme ini. The Machine Aesthetics atau estetika mesin muncul mempengaruhi ciri-ciri penyusunan tipografi baik pada poster, sampul buku, dan aneka bentuk grafis lain

Karya –Karya Futurisme:

Karya Giacomo Balla (Italia, 1871-1958), berjudul Street Light (Lampada — Studio di luce) pada tahun 1909, cat minyak pada kanvas berukuran 68 3/4 x 45 1/4 inchi (174.7 x 114.7 cm) terdapat di Museum of Modern Art, NY.

Speeding Automobile (Automobile in corsa), Giacomo Balla, pada tahun 1912 menggunakan cat minyak di atas kayu, 21 7/8 x 27 1/8 inchi (55.6 x 68.9 cm), Terdapat di Museum ofModern Art, NY.

Karya Giacomo Balla, berjudul Abstract Speed — The Car has Passed pada tahun 1913 dilukis dengan cat minyak pada kanvas berukuran 50.2 x 65.4 cm, dan terdapat di Tate Gallery, London.

Karya Joseph Stella (Amerika, 1877-1946), berjudul Battle of Lights, Coney Island dan dilukis pada tahun 1913-14 menggunakan cat minyakpada kanvas berukuran 39 x 29 1/2 inchi disimpan di Sheldon Memorial Art Gallery and Sculpture Garden.

Selain lukisan-lukisan terdapat juga patung:
Karya Umberto Boccioni berjudul Unique Forms of Continuity in Space (Forme uniche della continuità nello spazio) pada tahun 1913 terbuat dari perunggu berukuran117.5 x 87.6 x 36.8 cm disimpan di Tate Gallery.
Pengaruh futurisme
Futurisme banyak mempengaruhi bidang kesenian seperti: seni lukis, seni patung, seni musik, desain dan arsitektur. Dalam dunia arsitektur Futurisme biasa berpangaruh pada bagian-bagian dari bangunan seperti pintu masuk, lantai, bentuk bangunan, ornamen, dsb. Futurisme juga berpengaruh pada perkembangan tipografi. Selain itu futurisme yang memanfaatkan tipografi banyak dipakai dalam mengungkapkan perasaan dalam berpuisi. Futurisme ini muncul dari situasi yang ditimbulkan akibat Perang Dunia I, dengan tujuan meninggalkan kenangan pahit, nostalgia, pesimistis, kemudian melepaskan materi-materi, elemen-elemen, dan nilai-nilai lama. Nilai-nilai dari kaum Futuris, dimaksudkan untuk mengiringi dan mengimbangi pergeseran kebudayaan, kekuatan dinamis pasar yang luas, era permesinan, dan komunikasi global yang menurut argumentasi mereka
Futurism juga banyak mempengaruhi aliran seni pada abad ke 20 seperti Art Deco, Constructivism,Dada, dan Surealism
Futurisme merupakan gerakan awal lahirnya Modern. Dengan terjadinya Revolusi Industri berpengaruh pula pada Futurisme ini. The Machine Aesthetics atau estetika mesin muncul mempengaruhi ciri-ciri penyusunan tipografi baik pada poster, sampul buku, dan aneka bentuk grafis lain

Film charlie chaplin yg kami tonton di kls TD1 ini di rilis tahun 1936, latar nya menceritakan keaadaan pada masa revolusi industri dimana kehidupan manusia mengalamai perubahan besar2an di karena kan makin berkembang nya teknologi.

Dalam film ini chaplin berperan sebagai seorg buruh dalam suatu pabrik, yg mempunyai tugas mengencangkan baut-baut pada rel suatu mesin. pekerjaan nya yg monoton ini membuat si chaplin ini menjadi gila, sampai-sampai dia di bawa ke rumah sakit jiwa karena dia mengejar orang-orang yang tak di kenal dan ingin membaut, seolah2 orang itu rel mesin.
Setelah bebas dari rumah sakit jiwa, dia mencoba bekerja kembali ke pabrik, tapi karena kecerobohan nya, dia melakukan kekacauan dalam pabrik, dan akhir nya dia di tangkap polisi. Dipenjara dia dapat makan cukup, sehingga dia merasa senang di dalam penjara. Setelah beberapa lama di penjara akhir nya dia bebas.
Sampai suatu saat ada seorang wanita dari keluarga miskin, dia hidup kelaparan hingga harus mencuri roti dari toko roti, dan akhir nya kepergok oleh orang lain, ketika wanita itu di kejar2 polisi, bertemu lah chaplin dengan wanita itu, dan chaplin pun berusaha menolong wanita itu, dengan mengaku dia lah yang mencuri roti itu. chaplin berharap dia bisa masuk penjara lagi, karena dia senang berada di penjara.
Film ini mengisahkan semua akibat dari revolusi industri ini dengan sangat baik. Penyampaiannya pun juga ringan dan penuh humor. Meski begitu film ini sangat jelas menggambarkan situasi pada saat itu di mana banyak kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan, rela mengantri demi mendapatkan pekerjaan, rela mencuri, demo besar-besaran dari kalangan buruh, dan betapa kacau balaunya suatu sistem mesin apabila mengalami sedikit gangguan saja.

posted by niksen

Jakarta Biennale adalah ajang pameran seni rupa dua tahunan yang diselenggarakan sebagai bentuk pertanggung jawaban seniman kepada masyarakat serta peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kesenian, khususnya Seni Rupa.
Jakarta Biennale 09 kali ini adalah biennale yang pertama kali bersifat international dengan mengundang secara khusus seniman-seniman yang berkualitas dari manca negara.

Sejarah, Jakarta Biennale adalah ajang pameran seni rupa dua tahunan, yang pertama kali diadakan dengan nama Pameran Besar Seni Lukis Indonesia sejak 1968. Namun kemudian berubah menjadi Biennale Senirupa di tahun 1982.
Biennale diselenggarakan sebagai bentuk pertanggung jawaban seniman kepada masyarakat serta peningkatan apresiasi. Jakarta Biennale dilindungi oleh Gubernur DKI Jakarta dan sebagai pemrakarsa adalah Dewan Kesenian Jakarta.
Jakarta Biennale 09 kali ini adalah biennale yang pertama kali bersifat international dengan mengundang secara khusus seniman-seniman yang berkualitas dari manca negara.

Ideas, Jakarta Bienale tahun 2009 ini memiliki tema ARENA. Tema ini diambil dari kata ARENA dan AREA, maksudnya adalah menyimbolkan individu dalam masyarakat yang seolah berada dalam arena yang memperebutkan ruang/area.

Pameran Jakarta Biennale memiliki 3 tahap. Yaitu:
Zona Pemahaman,
Rangkaian pameran serta kegiatan sederhana, mengajak masyarakat luas untuk menyadari apa yang tengah terjadi. Karena bukan tidak jarang masyarakat justru tidak sadar akan apa yang telah diambil dari hak mereka sendiri. Hak pandang pribadi yang diusik papan iklan di jalan raya sampai pesan iklan yang tiba-tiba muncul di handphone.
Taman bermain umum, dipagari dengan alasan kebersihan, menjadi taman kosong. Kemudian saat dianggap tidak memiliki fungsi yang jelas, dibongkar karena menjadi beban bagi pengelola. Komplek pasar swalayan, yang dilengkapi hiburan permainan untuk anak-anak yang sesungguhnya dimaksud untuk memudahkan masyarakat melengkapi kebutuhan domestik, sekaligus melakukan rekreasi keluarga, menjadi area konsumtif yang mendominasi kehidupan keluarga dengan beban finansial yang relatif besar.
Bentuk-bentuk pameran pada tahapan ini bersifat “sepihak”, menghadirkan karya karya dinding yang relatif klasik, talk show, dan lain-lain. Rangkaian kegiatan awal yang berusaha menyadarkan kita semua tentang keadaan yang ada.

Zona Pertarungan
Program ini merupakan rangkaian kegiatan lokakarya dan pameran yang akan melibatkan beberapa praktisi lintas disiplin untuk melihat kembali konteks ruang kota Jakarta terkini dan menciptakan ruang-ruang baru untuk publik. Tidak hanya ruang baru dalam arti fisik tetapi juga ruang gagasan yang berhubungan dengan banyak hal yang mempengaruhi perkembangannya seperti; teknologi, ekonomi, politik, sejarah, dan publik. Dokumentasi dan artefak lokakarya (outdoor billboard dan on-site-specific project). Dokumentasi program ini akan dipamerkan dalam section Zona Cair.
Zona ini fokus pada penciptaan ruang yang memfasilitasi dan memediasi gagasan baru dalam hal ruang fisik dan mental, terjadinya pertemuan dan ruang publik, sehingga seni, seniman dan masyarakat luas dapat lebih berinteraksi dan saling mengapresiasi.
Karya yang berada di sebuah ruang publik tertentu dengan kekhususan situs tersebut, secara ruang, sosial, sejarah, publik, dan politis menjadi elemen yang terpenting. Karya di ruang publik berinteraksi langsung dengan unselected audiences: penonton dapat langsung berinteraksi dan mengapresiasi tanpa jarak. Publik diharapkan dapat menjadi partisipan aktif dimana ia tidak lagi berjarak dan pasif.
Kegiatan-kegiatan kesenian yang berbasis pada masalah-masalah di masyarakat dan lingkungan urban di Jakarta dipakai sebagai sebuah titik awal.
Seni dan teknologi serta hubungan dan pengaruhnya dalam masyarakat juga akan menjadi fokus bahasan pada kegiatan kegiatan. Fokus bahasan ini diangkat, mengingat bahwa beberapa tahun belakangan ini kemajuan teknologi telah begitu jauh mempengaruhi cara pandang kita melihat ‘kenyataan’. Media audio visual menawarkan kenyatan kenyataan dan ‘kebenaran’ baru yang lebih atraktif dan impresif. Lebih lanjut ini juga menghasilkan kenyataan baru yang dapat merubah keadaan sosial. Tema tema yang akan diangkat: fenomena TV dan radio komunitas, kemajuan teknologi games dan komputer, dan virtual reality. Rangkaian pameran, lokakarya disini menekankan pada upaya penciptaan ruang ruang kreativitas yang baru, oleh perupa, masyarakat atau kolaborasi diantara keduanya, dengan perupa sebagai mereka yang menguasai media, sebagai pemandu.

Zona Cair
Pameran senirupa Internasional. Dari Kota ke wilayah dan Negara. Bila pada kedua tahapan sebelumnya pemusatan kerja dan karya cenderung pada kota. Maka pada tahapan ini ia meluas.
Dalam tahapan ini kurator Agung Hujatnikajennong mengingatkan kita bahwa sesungguhnya proses tumpang tindah berbagai budaya dan kepentingan sudah terjadi lama di kawasan di mana kota, negara dan wilayah geopolitik di mana kita berada, terutama setelah konsep ‘negara-bangsa’ dan kota yang modern diaplikasikan oleh masyarakat pasca-kolonial. ‘Cair’, yang bermakna negatif sebagai lemah saat satu budaya ‘merampas’ budaya yang lain, tetapi bermakna positif bila dimaknai sebagai kemampuan meresapi berbagai budaya membentuk sintesa budaya di masing masing negeri di kawasan ini.
Dalam kerangka masa kini, kurator menghadirkan dua pendekatan pada tema Zona Cair. Pameran ini terbagi menjadi dua bagian yaitu Traffic (Perlintasan) dan On the Map (Pada Peta). Melalui section ‘Pada Peta’, akan tampil para perupa muda Asia Tenggara yang reputasinya telah diakui baik secara nasional maupun internasional. Karya-karya yang ditampilkan merupakan representasi dari berbagai problem masyarakat kontemporer Asia Tenggara, khususnya permasalahan kota, identitas, wilayah geopolitik dan ruang gerak.
Sementara pada section ‘Perlintasan’, akan tampil seniman internasional yang pernah melakukan residensi atau lawatan ke wilayah Asia Tenggara dan karya-karyanya merepresentasikan pandangan-pandangan perupa asing yang spesifik tentang masyarakat dan budaya di Asia Tenggara. Pameran ini, selain menghadirkan kecenderungan estetik terkini. Pada dasarnya, hendak mengingatkan kita agar berpikir kritis dan kreatif, dan lebih jauh lagi, sebagai suatu peringatan sekaligus kemungkinan jawaban dari permasalahan yang ada.

www.jakartabiennale.com

sabar-sebentar1 Sabar sebantar ku kan datang, by bujangan urban ( zona pertarungan)

awas-pakurawan paku by carterpaper (zona pertarungan)

kencan-tari Kencan tari 2008, gelar koreografi kota  (zonapemahaman)

Konstruktivisme

Bermula pada tahun 1913 oleh Vladimir Tatlin, yang merupakan pelopor perkembangan dari Cubism, Italian Futurism, dan Suprematism di Russia, Neo Plasticism di Holland, dan the Bauhaus School di German. Konstruktivisme berkaitan dengan bentuk atau bidang geometris kinetic, sebagai sebuah cerminan jaman modern yang dikuasai mesin, kadang juga dipengaruhi matematika dan pengukuran. Konstruktivisme merupakan respon terhadap perkembangan teknologi, kehidupan modern yang kemudian menghasilkan seni baru yang berdasarkan masalah social dan ekonomi. Naum Gabo dan Antoine Pevsner bersaudara juga mendukung perkembangan ini, dari cubism dan futurism. Perkembangan pertama terjadi pada tahun 1921 saat terbentuknya “ the First Working Group of Constructivists “ di Moscow. Kemudian berkembang ke Holland dan Germansebelum akhirnya popular di internasional. Bentuk yang paling sering digunakan adalah kotak, persegi panjang, lingkaran, dan segitiga. Material yang digunakan konstruktivisme adalah kayu, seluloid, nilon, plexi-glass, dan lainnya. Kemudian dalam perkembangannya, konstriktivisme juga menggunakan aluminum, elektronik, dan chrome. Pada masa ini, seni harus dapat dinikmati oleh semua kelas masyarakat secara merata, tanpa ada pembedaan seni untuk kelas atas ataupun untuk kelas bawah. Salah satu seniman di masa ini adalah El Lissitzky, menurutnya bidang persegi empat adalah sumber dari segala ekspresi kreatif. Konstruktivisme pertama yang sebenarnya adalah karya dari Vladimir Tatlin. Ia membuat “Monument of Third International” yang menggambarkan kebanggaan Tatlin terhadap kotanya. Monument ini adalah cara Tatlin untuk menunjukan persaan sosialnya. Pada 1917, di masa konstruktivisme selanjutnya, muncul Rodchenko yang membuat pahatan abstrak untuk mencoba menjelaskan cara kerja sebenarnya dari mesin. Tetapi aliran seni konstruktivisme ini tidak bertahan lama karena kemudian bergeser ke aliran selanjutnya.

Seniman–seniman di masa ini adalah :

Bergmann-Michel, Ella – 1896 – 1971

Gabo, Naum – 1890 – 1977

Moholy-Nagy, Laszlo – 1895 – 1946

Pasmore, Victor – 1908 – 1998

Pevsner, Antoine – 1886 – 1962

Popova, Liubov – 1889 – 1924

Rodchenko, Aleksandr – 1891 – 1956

Schlemmer, Oskar – 1888 – 1943

Tatlin, Vladimir – 1885 – 1953

Torres Garcia, Joaquin – 1874 – 1949

Bauhaus

Bauhaus adalah sebuah ikon dari perkembangan Seni dan Arsitektur yang lahir akibat revolusi industri di daratan Eropa pada awal abad 20. Seni dan Arsitektur Bauhaus merupakan aliran dengan ideolog Perdamaian antara Seni dan Industri. Kelahiran Bauhaus didahului dengan terbentuknya Deutscher Werkbund pada 9 Oktober 1907 di Munchen, Jerman, yang digagas oleh 2 (dua) arsitek, Theodor Fischer dan Hermann Mutheseus.

Deutscher Werkbund adalah nama kelompok diskusi yang terdiri dari seniman muda, arsitek muda, penulis muda, pengrajin muda dan kalangan industri, yang pada awal berdirinya, kelompok ini beranggotakan 12 seniman dan 12 pemilik industri dan dianggap kelompok kelas menengah waktu itu.

Mereka ingin mencari solusi untuk meningkatkan kualitas produk-produk desain Jerman. Selain itu, diskusi ini juga mengarah pada usaha melepaskan diri dari idiom-idiom desain konservatif yang telah berkembang di daratan Eropa, termasuk Jerman selama berabad-abad, sehingga Deutscher Werkbund dikenal sebagai pionir Modernism dalam ranah arsitektur. Henry-Russel Hitchcock dan Philip Johnson lantas mempopulerkan Deutscher Werkbund sebagai The International Style pada pameran Arsitektur Modern di The Museum of Modern Art, New York, 1932.

Akibat perbedaan ideologi, pada 1914 Deutscher Werkbund terpecah dua, menjadi kelompok Typisierung yang dipimpin Peter Behrens dan Mutheseus serta kelompok Kunstwollen yang dipimpin oleh Henry van de Velde, Hugo Haering, Hans Poelzig dan Bruno Taut. Arsitek muda Walter Gropius termasuk dalam kelompok Kunstwollen yang pada akhirnya mendirikan Bauhaus di kota Wiemar, Jerman, pada 1919. Kota Wiemar adalah sebuah Acropolis (Negara-Kota) berbentuk republik yang baru saja berdiri.

Bauhaus merupakan hasil penggabungan dari 2 (dua) sekolah seni; Kunstgewerbeschule (Grand-Ducal Saxon School of Arts and Crafts) dan Hochschule fuer Bildendekunst (Grand-Ducal Saxon Academy of Fine Arts). Sistem pendidikan Bauhaus pada awalnya menyerupai sistem yang terdapat pada kuil-kuil Budha Shaolin dengan tema sentralnya di bidang desain. Para mahasiswa diberi pendidikan desain dengan metoda kerja-praktek yang diseling ritual latihan pernafasan, latihan fisik, meditasi, dan vegetarian serta memanfaatkan bengkel praktek dan kantin sebagai pusat interaksi sosial antarwarga Bauhaus, terutama antara master dan murid.

Sistem ini diperkenalkan oleh Johannes Itten–seorang pelukis modern–yang bergabung sebagai pengajar di Bauhaus pada 1920 dan membina mahasiswa baru dalam kuliah-kuliah pendahuluan. Itten sebelumnya pernah belajar ilmu kebatinan dalam filsafat timur Persia Kuno. Metoda pendidikan yang berbau mistik ini berlangsung sampai Itten berhenti dari Bauhaus pada 1923.

Kelahiran Bauhaus ditandai dua hal. Selain tuntutan dunia industri terhadap masalah-masalah desain yang lebih fleksibel dan bisa diproduksi secara massal, juga didorong revolusi desain dari kemunculan tren Gaya Art-Deco di Paris, Prancis, dan kelompok De-Stijl di Rotterdam, Belanda, pada periode yamg sama.

Bauhaus lebih mengutamakan kepada penciptaan prinsip-prinsip dasar desain modern sedangkan Art-Deco lebih kepada hasil penerapannya. Tapi keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan karya desain sebagai milik semua kalangan masyarakat. Tidak terbatas pada kaum aristokrat. Sehingga dalam perkembangannya sulit dipisahkan pengaruh Bauhaus terhadap desain bergaya Art-Deco, terutama dibidang seni lukis, desain furnitur, desain tekstil dan fashion.

Revolusi desain oleh Bauhaus berintikan penolakan secara formal terhadap sejarah seni yang disebut anti-historism pada masyarakat yang sangat konservatif–antitesis dari lembaga yang sama di Paris, Prancis, Ecole des Beaux Arts yang mengutamakan pendidikan sejarah seni–dan hal inilah yang memberi pengaruh sangat besar terhadap perkembangan desain dan industri di dunia sampai saat ini.

Seni Bauhaus

Pada awal berdirinya, Bauhaus memfokuskan diri pada masalah seni dan kerajinan, sehingga para pengajar di Bauhaus didominasi seniman dan perajin, terutama pelukis modern dibanding arsitek, walaupun pendirinya arsitek muda kawakan. Tokoh-tokoh seni di Bauhaus diantaranya Paul Klee, Oskar Schlemmer, Wassily Kandinsky, El Lissitzky, Lazlo Moholy-Nagly, Marcks, Feinninger, Munche Schlemmer, dan Johannes Itten. Mereka dikenal sebagai Master of Form dan kebanyakan berasal dari Rusia.

Karya seni lukis Bauhaus kebanyakan berbentuk kubisme dan ekspresionisme yang merupakan pengaruh dari pelukis modern Rusia bergaya konstruktivisme. Pesatnya perkembangan industri dan meningkatnya kebutuhan alat rumah tangga–seiring perubahan dari tatanan masyarakat agraris ke masyarakat industri akibat dari revolusi industri–desain produk seperti furnitur dan alat rumah tangga lain yang kebanyakan didominasi bahan metal, kulit dan kaca, mulai mendapat perhatian di Bauhaus

Eksperimen bentuk untuk produk-produk industri dikenalkan oleh tokoh muda Bauhaus, Josef Albert (1888-1976). Untuk produk furnitur, yang paling menonjol dan masih diproduksi sampai sekarang adalah karya desainer Marcel Bruer diantaranya Wassily Chair dan B32 Chair. Seni Bauhaus tetap menjadi literatur para desainer, baik dibidang furnitur, seni lukis, desain mode dan fashion sampai saat ini.

Arsitektur Bauhaus

Pada awal berdirinya Bauhaus di kota Wiemar, bidang arsitektur belum mendapat perhatian khusus. Para arsitek yang terlibat dalam ‘kuil desain’ Bauhaus hanya membicarakan arsitektur pada skala cabang-cabang desain berupa desain material bangunan. Setelah kepindahan Bauhaus dari kota Wiemar ke kota Dessau 1926, baru bidang arsitektur mendapat perhatian khusus.

Hal ini mulai terlihat pada kampus baru Bauhaus di Dessau yang didesain oleh Walter Gropius dengan penampilan bangunan berbentuk kubus dengan atap datar serta a-simetris dan tanpa ornamentasi, yang sebenarnya mulai menjadi tren di Jerman waktu itu. Komponen bangunan terdiri dari pre-pabrikasi beton, beton bertulang, kaca dan metal dalam bentuk produksi massal.

Gedung Bauhaus yang baru ini terdiri dari ruang studio, bengkel seni, teater, auditorium, gymnasium, ruang dosen dan kantin serta kantor berpraktek arsitek bagi Walter Gropius. Pada 1927 baru didirikan jurusan arsitektur yaitu setahun setelah pindah ke Dessau. Ketika kepemimpinan Bauhaus beralih dari Walter Gropius ke Hannes Meyer–seorang arsitek Swiss kawakan–pada 1928 program pendidikan arsitektur lebih terfokus pada permasalah kota, yaitu berdasarkan realitas sosial yang ada dimana terjadi permintaan akan pemukiman bagi para pekerja pabrik akibat pertumbuhan industri. Sehingga arsitektur yang tampil adalah berupa bagunan sederhana, murah dan dapat dibongkar pasang, termasuk furniturnya.

Pada periode ini terdapat para pengajar bidang perkotaan antara lain Mart Stamp, Ludwig Hilberseimer dan Hannes Meyer sendiri. Dari 1930-1932 terjadi kemunduran berarti di Bauhaus yaitu pada masa kepemimpinan Ludwig Mies van der Rohe. Pada 1933 Bauhaus pindah ke kota Berlin dan ditutup pada tanggal 10 Agustus 1933 oleh pemerintahan NAZI. Tokoh-tokoh Bauhaus banyak yang berimigrasi ke Amerika Serikat termasuk Mies van der Rohe yang kembali menemukan popularitasnya di sana dengan menjadi pimpinan Illinos Institute of Technology di Chicago. Tokoh sentral Bauhaus yang tetap dikenang sampai sekarang dalam pendidikan arsitektur adalah Walter Gropius dan Hannes Meyer.

Daya tarik dan nama besar Bauhaus telah membuat Yayasan Bauhaus di Dessau kembali mendirikan sekolah yang bernama Bauhaus Kolleg pada 1999, tetapi nafasnya sangat jauh berbeda dan semangat ini lebih kepada romatisme terhadap Bauhaus. Perlu dipahami bahwa pengertian arsitektur Bauhaus tidak terbatas pada jurusan arsitektur yang ada di Bauhaus, tetapi karya-karya arsitektur yang lahir bersamaan dengan Bauhaus yaitu dari arsitek yang aktif di Deutscher Werkbund.

Arsitek-arsitek yang karyanya dianggap berideologi Bauhaus antara lain; arsitek Peter Behrens dengan karya AEG Turbin factory Assembly Hall (di Berlin 1908-1909), arsitek Hans Poelzig dengan karya Sulphuric Acid Factory (di Luban, 1911-1912), arsitek Walter Gropius, Adolf Meyer dan Edward Werner dengan karya Fagus Shoe last Factory (di Leine, 1910-1914), arsitek Erich Mendelsohn dengan karya Einstein Tower (di Postdam, 1920-1921) dan Schocken Department Store (di Stuttgart, 1926-1928), arsitek Fritz Hoger dengan karya Chile House (di Hamburg, 1922-1924), arsitek Adolf Loos dengan karya Goldman & Salalsch Building (di Vienna, 1909-1911), dan arsitek Bruno Taut dan Martin Wagner dengan karya Britz Estate (di Berlin, 1925-1927).

Pada dasarnya arsitektur Bauhaus bercirikan denah yang signifikan dengan aktifitas dan fungsi antar ruang yang saling berkaitan–yang kebanyakan berupa bangunan pabrik–terbebas dari aturan gaya arsitektur dan ornamentasi. Selain itu juga berupa bangunan tinggi dengan mengekspos tangga atau elevator serta berdinding kaca. Dalam ranah arsitektur, pengaruh Bauhaus masih terasa sampai sekarang, karena Bauhaus telah berhasil membebaskan arsitektur dari tradisi lama berwujud greeko-roman yang historism, serta membuka jalan bagi perkembangan arsitektur modern. Walaupun sesudahnya mendapat kritikan yang tajam terhadap perkembangan arsitektur modern dengan stream–The International Style. Bagaimanapun Bauhaus telah menjadi pencetus ideologi baru di bidang desain, meskipun umurnya tidak begitu panjang. Termasuk terhadap perkembangan desain pada seni dan arsitektur di Indonesia.

Art Nouveau

ART NOUVEAU

I. SEJARAH ART NOUVEAU
Art Nouveau adalah aliran yang berasal untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup, sangat tidak mungkin untuk tinggal di dalam rumah bergaya art nouveau tanpa furniture yang bergaya art nouveau pula seperti peralatan makan, perhiasan, dan lainnya. Para desainer meemusatkan gaya art nouveau di beberapa kota di Eropa termasuk Brussels, Nancy, dan Paris. Di Brussels aliran ini secara aktif dikembangkan dengan bantuan Victor Horta and Henry Van de Velde.
Selain di toko Maison de l’Art Nouveau, gaya ini tidak terlalu berhasil di Paris. Dimana, pintu masuk dari Paris Métro didesain oleh Hector Guimard pada tahun 1899 dan 1900 terkenal sebagai salah satu arsitektur Art Nouveau di Paris.

Di Inggris, Art Nouveau merupakan pengembangan dari Arts and Crafts Movement. Pusat yang paling penting di Britain adalah Glasgow dengan kreasi dari Charles Rennie Mackintosh

Gaya Art Nouveau berkembang pertama kali terjadi di Belgia dan meyebar ke Eropa sampai Amerika dengan nama yang berbeda, seperti Jugendstill di Jerman, Vienna Seccesion di Austria, Stile Liberty di lItalia, Modernista di Spanyol, dan Glassgow School di Inggris. Dinamakan Jugendstil pada setelah masa avant-garde, Jugend yang berarti muda. Młoda Polska (gaya ‘Polandia muda’ ) di Polandia, or skønvirke di Denmark, dan Sezessionsstil (’Secessionism’) di Vienna, dimana mencari seniman atau desainer untuk mengadakan pameran untuk memamerkan hasil karya mereka. Art Nouveau juga disebut Style Moderne di Prancis dan lain-lain. Abad ke-20 merupakan masa bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru (juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, dll.).

Di Spanyol, gaya ini berpusat di Barcelona dan dikenalkan oleh asitektur modernisme, Antoni Gaudi yang adalah praktisi yang paling penting. Art Nouveau juga bergerak di Eropa Timur dan di pusat Eropa, dengan pengaruh dari Alfons Mucha di Prague dan Moravia (bagian dari Czech Republic) dan Latvian Romanticism (Riga, ibukota Latvia, dimana terletak sekitar 800 bangunan Art Nouveau).

Di Russia, gaya ini telah menyebar ke segala majalah seni magazine Mir iskusstva (’World of Art’), dimana merupakan revolusi dari Ballets Russes. Di Italy, Stile Liberty adaah nama toko di London, Liberty & Co, yang mendistribusikan desain modern perubahan dari Arts and Crafts movement, keduanya adalah tanda dari aspek komersial Art Nouveau dan memberikan karakter Italy.

Gaya Art Nouveau terjadi pada tahun 1890 sampai 1905. Salah satu contoh lukisan Art nouveau dapat ditemukan di Roquetaillade castle (Perancis). Viollet-le-Duc mengembalikan kerajaan pada 1850, dan Ia berncana menciptakan Gothic revival, dan Ia membiarkan kerajaan seperti bentuk aslinya untuk menandai masa “pre” gaya Art Nouveau.

II. DAMPAK ART NOUVEAU
Art Nouveau merupakan awal modernisme dalam desain (lihat Arsitektur modern). Ini terjadi pada suatu waktu ketika massa-barang konsumen yang diproduksi mulai mengisi pasar, dan perancang, arsitek, dan seniman mulai memahami bahwa pekerjaan handcrafted abad terakhir bisa hilang. Merebut kembali tradisi seni masa kini, sekaligus menolak gaya dalam sesuatu yang baru, bentuk-bentuk organik yang menekankan kemanusiaan dan koneksi dengan alam.
Nouveau seni sebagai desainer yang terhapus penghalang antara seni rupa dan seni diterapkan, baik desain mereka diterapkan ke semua aspek kehidupan-dari arsitektur untuk kerajinan perak ke lukisan. Pendekatan terpadu dalam seni yang telah Nouveau deepest mempengaruhi. Berbagai berikut gerakan terus mencari desain terpadu, termasuk De Stijl, sebuah gerakan desain Belanda di tahun 1920, dan Jerman Bauhaus sekolah di tahun 1920 dan 1930an. Meskipun gaya elemen seni Nouveau berkembang menjadi yang lebih sederhana, efisien bentuk modernisme, dasar seni Nouveau konsep lingkungan yang sepenuhnya terintegrasi tetap bagian penting dari desain kontemporer.

III.BIDANG ART NOUVEAU DAN TOKOHNYA

Perhiasan: René Lalique (1860-1945), Perancis pembuat perhiasan produknya adalah beberapa karakteristik yang paling populer dan karya gerakan art Nouveau. untuk desain perhiasannya 1900 Paris Exposition Universelle yang revolusioner dalam menempatkan penekanan, bukan pada batu mulia tetapi, gading, atau tanduk. Lalique’s molded barang pecah belah pada tahun 1920 dan 1930an, dibuat di pabrik sendiri.
renlaliquediademinmermaidshape1mermaid shape

peacock-pectoral-7005072. Peacock Pectoral by Rene Lalique

Lukisan dan poster: Alphonse Mucha (1860-1939), Ceko-Perancis desainer poster dan pelukis. Salah satu seniman terkemuka dari periode art nouveau, ia membuat desain poster dicirikan oleh “whiplash” garis, bunga , perempuan dengan rambut panjang menjuntai, dan elegan.

am071 by alphonse mucha

mucha_job1 job cigar design by Alphonse mucha with his specialities Whiplash hair

Architecture: Antoni Gaudí (1852-1926), arsitek dari Katalania, salah satu orang kreatif praktisi seni masa modern. gayanya sering digambarkan sebagai campuran neo-Gothic dan art Nouveau, tetapi juga memiliki eleman surrealist dan cubist . Dalam 1883 Gaudí diangkat resmi arsitek yang besar Templo Expiatorio de la Sagrada Familia ,yang, walaupun masih belum selesai pada kematiannya, diakui sebagai karya agung.

sagradafamilia-overview1 Sagrada Familia by Antoni Gaudi

Desain furniture: Charles Rennie Mackintosh (1868-1928), perancang dan arsitek Skotlandia, yang murni, gaya fungsional dan berpengaruh kuat pada abad ke-20 dalam Arsitektur dan desain interior.

Daftar Pustaka:

Adityawan, Arief, Tinjauan Desain dari revolusi industri hingga post modern, Jakarta, Universitas Tarumanagara UPT penerbitan,1999,
15-17.artnouveau@wikipedia.org
Microsoft Encarta 2009

Art and craft adalah seni yg mementingkan komitmen kerja dan keindahan, muncul pada akhir revolusi industri. Aliran ini menganggap bahwa produksi seni secara massal menyebabkan hilang nya suatu keindahan individual.

Karya seni dalam aliran ini di buat oleh individual dengan sentuhan artistik yg khas. dilakukan dengan teliti dan serius.Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans.

Gerakan seni dan kriya adalah gerakan reformis yang mempengaruhi arsitektur masyarakat Inggris dan Amerika, hiasan dekoratif, pembuatan lemari kaca, kerajinan dan bahkan ‘pondok’ desain taman milik Willian Robinson atau Gertrude Jekyll. Tokoh-tokoh yang terkenal adalah William Morris, Charles Robert Ashbee, T. J. Cobden Sanderson, Walter Crane, Nelson Dawson, Phoebe Anna Traquair, Herbert Tudor Buckland, Charles Rennie Mackintosh, Christopher Dresser, Edwin Lutyens, Ernest Gimson, William Lethaby, Edward Schroeder Prior, Frank Lloyd Wright, Gustav Stickley, Greene & Greene, Charles Voysey, Christopher Whall dan seniman pada gerakan Pre-Raphaelite.

Di Amerika Serikat, istilah pengrajin Amerika atau gaya pengrajin sering digunakan untuk menunjukan gaya arsitektur, desain interior, dan seni dekoratif yang berlaku diantara era yang dominan yaitu Art Nouveau dan Art Deco atau kira-kira pada periode 1910 sampai 1925.

Gerakan seni dan kriya pertamanya dimulai sebagai pencaharian terhadap keaslian gaya dan gaya yang berarti pada abad ke 19 dan sebagai reaksi bangkitnya sifat memilih-milih dari gaya historis pada era Victorian dan untuk bantuan barang-barang ‘tidak berjiwa’ yang di produksi oleh mesin-mesin dari Revolusi Industri. Mempertimbangkan kalau mesin adalah akar dari semua kejahatan duniawi dan berulang, beberapa orang yang bersikap protagonis dari gerakan ini mulai berpaling dari mesin menjadi kerajinan tangan, yang mana cenderung berkonsentrasi pada hasil produksi tangan mereka pada penyokong kerajinan yang baik.

Walaupun begitu, gerakan seni dan kriya adalah reaksi yang besar terhadap industrisiasi, jika dilihat dari keseluruhannya, gerakan ini merupakan anti-industri atau anti-moderen. Beberapa golongan masyarakat Eropa percaya kalau mesin itu penting, tapi seharusnya hanya dipakai untuk mengatasi kejemuan biasa, tugas yang berulang-ulang. Pada saat yang sama, beberapa pemimpin seni dan kriya merasa kalau barang itu harus dapat diberikan. konflik antara kualitas produksi dengan ‘demo’ desain, dan usaha untuk mendamaikan keduanya mendominasi debat desain pada pergantian abad ke 20.

Secara garis besar, art and craft movement terbagi atas dua aliran besar, yaitu:

1. Rasionaliasi desain oleh kalangan modernis-formalis

2. Stilasi desain oleh kalangan stylish, yang kemudian melahirkan Art Nouveau

Pengaruh dari gerakan seni dan kriya setelah nya di berbagai negara

EROPA

Di Eropa ada pameran seni dan kriya secara besar-besaran tentang kualitas dari kesederhanaan dan kejujuran material meniadakan historicism yang diinspirasikan oleh desainer seperti Henry Van de Velde dan gerakan seperti Art Nouveau, the Dutch De Stijl group, Vienna Secession, dan akhrinya the Bauhaus. Gerakan ini dapat ditaksir sebagai awal munculnya Modernism, yang bersifat teori, mecuri dari asosiasi historical yang sekali lagi dipakai untuk produksi industri.

Di Rusia, Viktor Hartmann, Viktor Vasnetsov dan seniman lain nya berasosiasi dengan Abramtsevo Colony yang mencari untuk membangkitkan semangat dan kualitas seni dekoratif era medieval dalam gerakan yang cukup berdiri sendiri dari Inggris yang maju.The Wiener Werkstätte, ditemukan pada tahun 1903 oleh Josef Hoffmann dan Koloman Moser, yang berperan sebagai orang yang merdeka pada perkembangan modernism, dengan gaya Wiener Werkstätte nya.Keperluan masyarakat Inggris pada PD II merupakan desain yang simpel yang berdasarkan pada ide seni dan kriya.

DI Irlandia, Honan Chapel yang terletak di Cork, Irlandia, di University College Cork yang dibangun pada 1916 adalah bangunan yang dikenal sebagai wakil dari gerakan seni dan kriya masyarakat Irlandia.

AMERIKA SERIKAT

Di Amerika Serikat, gerakan seni dan kriya mengambil khususnya cita rasa borjuis. Kalau gerakan masyarakat Eropa mencoba untuk menciptakan dunia suci buruh yang dihancurkan oleh Industri, maka masyarakat Amerika mencoba mendirikan sumber baru dari kebaikan untuk menggantikan produksi kerajinan yang berani: rumah kelas menengah yang penuh cita rasa. Mereka berpikir kalau dekorasi seni dan kriya yang simple dan berestetik sopan akan menjadi pembaharuan pengalaman dalam konsumen industrial, membuat seorang individual menjadi lebih rasional dan sosialisasi menjadi lebih harmonis. Singkatnya, gerakan seni dan kriya Amerika adalah rekan yang estetik dari gerakan politik yang sejaman: Progressivism.

Contoh karya:

- Cover majalah studio 1888 – tidak dikenal

- Cover majalah “Craftsman” – Gustav Sticley

- Halaman buku “Morte’d Arthur” – Aubrey Breadsley

Contoh seniman:

- William Morris

- Owen Jones

- Gustav Sticley

- Aubrey Breadsley

- Arthur Mc. Murdo

- Adolf Loos

- Michael Tonet

Referensi:

- Cathers, David M. Furniture of the American Arts and Crafts Movement. The New American Library, Inc., 1981. ISBN 0-453-00397-4

- Cumming, Elizabeth. “Hand, Heart and Soul:The Arts and Crafts Movement in Scotland” 2006 Birlinn ISBN 978-1841584195.

- Kaplan, Wendy. “The Art that is Life”, The Arts & Crafts Movement in America, 1875–1920. New York: Little, Brown and Company, 1987.

- Parry, Linda: Textiles of the Arts & Crafts Movement, Thames and Hudson, revised edition 2005, ISBN 0-500-28536-5nullnullnullnullnull

posted by NIKSEN (625040015)

 

stefan-sagmeister-50

Stefan Sagmeister lahir 1962 di Bregenz, Austria. Ia adalah seorang desainer grafis dan editor. Saat ini berbasis di New York City. Dia memiliki perusahaan desain sendiri, yaitu Sagmeister Inc. Dia telah merancang album-album terkenal meliputi Lou Reed, the Rolling Stones, David Byrne, Aerosmith dan Pat Metheny.

Biografi

<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>

Sagmeister belajar desain grafis di University of Applied Seni Wina. Dia kemudian mendapatkan beasiswa Fulbright untuk belajar di Pratt Institute di New York.

Dia memulai karir di desain pada usia 15 di “Alphorn”, sebuah majalah Austria Pemuda yang ternama.

Pada tahun 1991, dia pindah ke Hong Kong untuk bekerja di Leo Burnett dari Hong Kong Desain Group. Pada tahun 1993, dia kembali ke New York untuk bekerja di Tibor Kalman’s M & Co.

 

Stefan Sagmeister melanjutkan untuk membentuk Sagmeister Inc berbasis di New York pada tahun 1993, dan telah merancang merek, gambar, dan kemasan untuk klien yang berbeda-beda seperti yang Rolling Stones, HBO, yang Guggenheim Museum dan Time Warner. Sagmeister Inc telah memperkerjakan desainer termasuk Martin Woodtli; dan Hjalti Karlsson dan Jan Wilker, yang kemudian membentuk Karlssonwilker.

 

Sagmeister Inc menunjukkan bawha pekerjaannya telah terpasang di Zurich, Vienna, New York, Berlin, jepang, Osaka, Prague, Koln, dan Seoul. Dia mengajar di departemen dari Sekolah Seni Visual di New York dan telah ditunjuk sebagai Ketua Frank Stanton di Cooper Union School of Art, New York.

Dia telah menerima sebuah Grammy Award pada tahun 2005 Limited Edition Paket Khusus untuk kategori seni mengajar Setelah Lifetime dalam bidang yang telah ditetapkan oleh Talking Heads. Dia juga bekerja pada pada 2008 dengan David Byrne dan Brian Eno album Everything That Happens Will Happen Today.

Motto nya adalah “Desain memerlukan keberanian dari pencipta dan masih membawa dunia ini bersemangat di akhir pelaksanaan.”

 


Komentar Review Film:

Kami sangat suka dengan pandagan Stefan Sagmeister terhadap sebuah desain, pertama-tama film ini diputar saya merasa binggung, film ini sedikit membosankan dan juga terlalu banyak berbicara bahasa inggris, bagus klo ada subtitle’ny, bisa saya mengerti sedikit.

Stefan sagmeister sangat enjoy dengan pekerjaan dia sebagai desainer, dalam film tersebut dia menunjukan 3 desain yang dia sukai, dia sangat tertarik dengan logo/tanda yang berada di kereta api, bagi dia ketika kita berada di kerta api dan kita merasa bosan, dan kita melihat tanda tersebut, itu dapat menghilangkan rasa bosan itu, memang sedikit unik dari tanda” tersebut, karena tanda itu dibuat bukan sebagai peringatan.

Ketika murid’nya yg bernama Iston Kelly, dari New York dia memaksakan untuk mencetak 44000 kertas kata-kata berbentuk balon, dan dia berkeliling di new york untuk menempelkan kertas-kertas tersebut pada poster, banyak orang-orang tertarik untuk mengisi kertas kata-kata berbentuk balon tersebut, dan hasilnya tindakan muridnya menghasilkan komentar-komentar yang sangat lucu dan unik, karena sebagian besar dari mereka mengomentari poster-poster tersebut dengan ungkapan rasa suka mereka, rasa humor mereka dan masih banyak lagi. Yang paling saya sukai adalah komentar pada logo starbuck coffee, it’s so funny, hahaha…

Ketika dia mencoba untuk melihat kembali buku harianya, dia menemukan 1 kalimat yang membuat saya berfikir, kalimat tersebut adalah “Everithing I do, always comes back to me”, artinya “apa yg saya lakukan/apa yg saya perbuat, semuanya akan kembali kepada saya”, baik itu buruk/baik, seperti kata “karma”.

Mungkin hanya itu kesan dari film Stefan Sagmeister yang kami tangkap ketika kami melihat dan mendengar dia berbicara, terimakasih..

 

Art Deco

Sejarah Singkat

Art Deco merupakan gerakan desain internasional yang populer dari tahun 1920 hingga tahun 1939, namanya diperoleh dari Mereka yang disusun 1925 Exposition Internationale des Seni Décoratifs et Industriels Modernes (International Exposition of Modern Industri dan Seni Dekoratif) di Paris. Seni ini dimulai oleh seniman Perancis ( Paris ) yang telah berekperimen selama beberapa tahun untuk menciptakan seni Art Deco. Setelah perang dunia pertama, orang- orang menginginkan modernisasi, gaya yang fungsional untuk furniture, perhiasan dan objek- objek dekoratif mereka, seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual seperti fashion, lukisan, grafik seni dan film. Gerakan Art Deco dapat diartikan juga sebagai, gerakan dari berbagai gaya dan gerakan dari awal abad ke-20, termasuk Neoclassical, Constructivism, Cubism, modernisme, Art Nouveau, dan Futurism. Popularitasnya memuncak di Eropa dan terus meningkat di Amerika Serikat sekitar tahun 1930an. Meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar politik atau filosofis atau tujuan, Art Deco adalah seni dekoratif murni.

Nama Art Deco

Setelah Eksposisi Dunia 1900, berbagai seniman Perancis membentuk sebuah kolektif resmi, La Société des artistes décorateurs. Para pendirinya antara lain adalah Hector Guimard, Eugène Grasset, Raoul Lachenal, Paul Follot, Maurice Dufrene dan Emile Decour. Para seniman inilah yang sangat mempengaruhi prinsip-prinsip Art Deco pada umumnya. Maksud perhimpunan ini adalah memperlihatkan tempat terkemuka dan evolusi seni dekoratif Perancis secara internasional. Wajarlah bila mereka mengorganisir Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes (Eksposisi Internasional untuk Seni Industri dan Dekoratif Modern) pada 1925, yang menampilkan seni dan kepentingan bisnis Perancis.
Gerakan awal ini disebut Style Moderne. Istilah Art Deco diambil dari Eksposisi 1925, meskipun baru pada 1960-an istilah ini diciptakan, ketika terjadi kebangkitan kembali Art Deco.

Gaya Art Deco

Art Deco adalah gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I dan berakhir sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang, misalnya eksterior, interior, mebel, patung, poster, pakaian, perhiasan dan lain-lain. Dalam perjalanannya Art Deco dipengaruhi oleh berbagai macam aliran modern, antara lain Kubisme, Futurisme dan Konstruktivisme serta juga mengambil ide-ide desain kuno misalnya dari Mesir, Siria dan Persia. Seniman Art Deco banyak bereksperimen dengan memakai teknik baru dan material baru, misalnya metal, kaca, bakelit serta plastik dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru saat itu, lampu misalnya, karya-karya mereka memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka, tetapi mereka kadang masih menggunakan motif-motif tumbuhan dan figur, tetapi motif-motif tersebut cenderung mempunyai bentuk yang geometris. Komposisi elemen-elemennya mayoritas dalam format yang sederhana.

Para Seniman Art Deco

Telah kita ketahui bahwa Art Deco berkembang dengan baik pada tahun-tahun setelah terjadinya perang dunia pertama dan sebelum meletusnya perang dunia kedua. Tetapi dapat dikatakan bahwa Art Deco yang orisinal lahir pada awal tahun-tahun setelah berakhirnya perang dunia pertama, saat para seniman sedang bereksperimen mencari perspektif baru dengan menolak menggunakan ornamen yang identik dengan Art Nouveau, mereka seolah-olah ingin memutuskan diri dengan gaya Art Nouveau. Di samping menggunakan lagi ornamen-ornamen historis, mereka saling bertukar pikiran untuk berbagi inspirasi. Untuk menggabungkan kesemuanya itu, mereka menggunakan pendekatan eklektik. Para seniman dari berbagai media dengan cepat mengadopsi gaya yang spektakuler ini. Poster, perhiasan, mebel, keramik, patung, lukisan, pekerjaan dari metal bahkan pakaian ikut memeriahkan seni modern yang sedang populer pada saat itu.

Beberapa desainer sangat identik dengan Art Deco, misalnya Jaques-Emile Ruhlmann yang dikenal sebagai master Art Deco melalui karya mebelnya yang hampir selalu memakai material mahal. Desainer mebel lain misalnya Paul Follot, Pierre Chareau, Clement Rousseau, tim desain Süe et Mare (Louis Süe and André Mare) serta Eileen Gray. Rene Lalique dikenal dengan hiasan dari kaca dan desain perhiasannya, Susie Cooper dan Clarice Cliff terkenal dengan keramiknya, Jean Puiforcat dengan perak dan pekerjaan metalnya, Paul Poiret terkenal dengan motif tekstilnya, dan A.M Cassandre dikenal dengan poster-posternya.

Desainer Art Deco terbagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah desainer yang mengkonsentrasikan diri pada desain yang individual dan dikerjakan dengan kemampuan pekerjaan tangan yang tinggi, rancangan tersebut hanya dapat dibeli oleh kalangan atas, sedangkan kelompok lainnya adalah kelompok desainer yang mengutamakan desain berbentuk geometri dengan berdasarkan pada pertimbangan fungsional.

Beberapa desainer Art Deco yang menciptakan barang-barang untuk masyarakat banyak misalnya Susie (Susan Vera) Cooper (1902-1995) yang terkenal tidak saja sebagai desainer tetapi juga sebagai produser keramik. Ketertarikannya pada keramik ditekuninya sejak tahun 1922. Pada awalnya ia bekerja pada A. E. Gray & Co. Tujuh tahun kemudian ia mendirikan studio serta pabriknya yang memproduksi peralatan makan dan peralatan minum teh untuk masyarakat kelas menengah. Desainer Art Deco lainnya yang berusaha memproduksi barang-barang untuk masyarakat luas adalah René Lalique (1860-1945). René Lalique selain dikenal sebagai desainer perhiasan dikenal juga sebagai desainer glass/kaca. Ia mengawali karirnya sebagai desainer perhiasan Art Nouveau yang sangat inovatif. Pada awal abad ke 20 ia mengalihkan perhatiannya pada material glass/kaca, ia merintis teknik-teknik memproduksi glass/kaca secara massal dalam pabriknya. Ia mendesain berbagai macam jenis barang, misalnya botol parfum, lampu, vas, peralatan makan, patung dan perhiasan dari kaca.

Dari pakaian, perhiasan, poster sampai perabot dan peralatan rumah tangga, semua karya-karya ini memeriahkan dunia Art Deco, para seniman yang menghasilkannya berasal dari berbagai latar belakang. Mereka mencoba menghadirkan karya-karya yang dapat memenuhi kebutuhan manusia saat itu ditengah perubahan jaman. Partisipasi masyarakat luaslah yang membuat seni ini menjadi spektakuler.

Walter Dorwin Teague’s “Beau Brownie” camera for Eastman Kodak

Walter Dorwin Teague’sBeau Brownie” camera for Eastman Kodak.

Secara umum dianggap sebagai suatu bentuk eklektik dari keanggunan dan gaya modernisme, yang dipengaruhi berbagai sumber. Diantaranya adalah seni tradisional Afrika, Mesir, atau Aztek Meksiko, dan juga Abad Mesin atau teknologi Streamline seperti penerbangan modern, Penerangan listrik, radio, dan bangunan pencakar langit. Pengaruh desain ini terlihat pada fractionated, crystalline, bentuk facet dari dekorasi Kubisme dan Futurism, dalam wadah Fauvisme. Tema populer lain dalam Art Deco adalah bentuk-bentuk bersifat trapezoid, zigzag, geometri, dan bentuk puzzle, yang banyak terlihat pada karya mula-mula.

Sejalan dengan pengaruh-pengaruh ini, banyak desainer Art Deco yang menolak material tradisional untuk pekerjaan mereka dan lebih memilih menggunakan material yang tidak biasa seperti eboni, besi, marmer, dan tipe- tipe kayu yang langka dan mahal. Desain mereka berbentuk geometris dengan garis- garis yang simpel. Art deco terlihat di berbagai macam bidang berbeda, seperti arsitektur, furniture, vas, kaca, dan perhiasan.

Art Deco Motif

Motif- motif Art Deco

Dari motif- motif di atas terlihat bahwa gaya desain art deco bersifat dekoratif namun dengan garis- garis yang simple, karena terbentuk dari suatu bentuk yang geometris, bukan seperti art nouveau yang bersifat dekoratif dinamis dengan gaya floral.

Gaya Art Deco Pada Poster

Art Deco Poster

Le Tzarewitch Art Deco Poster

Poster dengan gaya art deco ini dibuat oleh seniman Perancis pada tahun 1930’an. Terlihat bahwa poster ini hanya dibuat dengan tiga warna. Gaya art deco terlihat dari garis- garis dekoratif dan simple yang dibuatnya, dan juga terlihat dari kain biru yang masih berbentuk geometris ( kaku ).

Poster Art Deco lainnya :

p268818-art_deco_weekend mod221 c_art_deco_posters artdeco02_poster 100378752 467594532_39a8341ebe21

Gaya Art Deco pada Furniture

t014779a

Meja Art Deco

Meja yang terbuat dari kayu eboni dan sedikit bahan sejenis tembaga didesain oleh Jacques Émile Ruhlmann sekitar tahun 1931 pada era art deco. Meja ini simple dan mempunyai bentuk yang elegan yang merupakan ciri dari art deco.

Furniture Art Deco Lainnya :

art-deco-table-chairs mirrored_large art-deco-dresser anticlopedia_art_deco_modernist_lamp_light_lighting_pict0035

Gaya Art  Deco Pada Arsitekture

fav_chrysler

Chrysler Building

Chrysler Building (1930) terletak di New York yang merupakan contoh dari arsitek art deco yang identik dengan garis- garis dan bentuk geometris berdekoratifnya. Didesain oleh William van Allen, yang sebagian terinspirasi dari kubisme dan bentuk mesin. Bangunan ini terbuat dari besi pada bagian atapnya, mempunyai ketinggian 319 m (1,046 ft). Ini menjadi bangunan tertinggi di dunia selama setahun sebelum Empire State building dibangun.

Arsitekture Art Deco lainnya :

mdot-history-architecture-art_deco2_152527_7 art-deco5 366898585_7af2e6729a 225888682_0f38c3bb0b 534px-chrysler_building-_top

Pengaruh Art Deco di Indonesia

Pengaruh Art Deco di Indonesia dibawa oleh arsitek-arsitek Belanda, salah satu diantara mereka adalah C.P. Wolff Schoemaker dan A.F. Aalbers. Hotel Preanger Bandung rancangan Schoemaker merupakan arsitektur berlanggam Art Deco dengan ciri khasnya elemen dekoratif geometris pada dinding eksteriornya. Selanjutnya perkembangan arsitektur Art Deco di Indonesia tampil lebih sederhana, mereka lebih mengutamakan pola garis-garis lengkung dan bentuk silinder, contoh konkret dari konsep ini adalah Vila Isola Bandung (sekarang gedung IKIP), juga rancangan Schoemaker. Kesederhanaan bentuk belumlah mewakili semua konsep arsitektur Art Deco ini karena kedinamisan ruang interior dapat dilihat dalam desain arsitektur bangunannya.

isolaboek1

Vila Isola Bandung (Gedung IKIP)

Perkembangan Art Deco akhir di Indonesia mengacu pada kedinamisan dan bentuk plastis yang fleksibel dan dinamis merupakan pengejawantahan dari kemoderenan teknologi arsitektural.

101_0126

Hotel Savoy Homann Bandung

Lengkungan yang ditampilkan itu merupakan ekspresi gerak, teknologi modern dan rasa optimisme. Orang-orang sering menjuluki lengkungan itu dengan “Ocean Liner Style” hal ini mengacu pada bentuk kapal pesiar yang pada saat itu merupakan karya manusia yang patut dibanggakan, jadi bentukan kapal, bentuk lengkung dijadikan sebagai ekspresi kemoderenan. Arsitektur ini merupakan salah satu kekayaan Arsitektur di Indonesia.

Gaya Art Deco Pada Motif

art_deco_mugs_sm

Art Deco Mugs

Mug- mug tersebut terkena pengaruh dari art deco yang berciri dekoratif geometris, seperti yang terlihat pada corak mug tersebut yaitu lingkaran, garis- garis (linear) dan belah ketupat. Tentunya bentuk- bentuk ( corak ) seperti ini sangat banyak kita temui saat ini dan ini merupakan pengaruh dari gaya desain art deco.

Motif Art Deco lainnya :

rug-full-art-deco-beige-330-328-116 pillow_art_deco l34324 art-deco-chinese-rugs-26484 art_deco_lady_silver_250

- Daftar Pustaka -

http://en.wikipedia.org/wiki/Art_Deco

http://www.artlex.com/ArtLex/a/artdeco.html

http://www.decopix.com/

http://www.artcyclopedia.com/history/art-deco.html

Posted By Tonny Teddy Gunawan (625069002)

Older Posts »